Senin, 21 Februari 2011

PRT VS Baby Sitter

Beberapa hari ke belakang, saya tidak sempat blogging karena kesibukan yang sangat menumpuk, baik di kantor maupun di rumah. Sebenarnya urusan rumah bisa dieliminasi karena saya mempekerjakan seorang baby sitter (saya memanggilnya suster) untuk mengurus keperluan Reina, serta seorang pembantu yang bertugas mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga sekaligus mendampingi suster. Selain itu, saya tidak pernah menugaskan pembantu untuk masak, sebab makanan selalu dikirim dari rumah orangtua (kebetulan rumah kami berdekatan, jadi mama ingin kami sekeluarga makan di rumahnya. Sekalian, makanan untuk makan suster dan pembantu pun dikirim saja). Tapi pada kenyataannya, saya harus bolak-balik dari kantor ke rumah karena urusan rumah terbengkalai. Pembantu saya kabur sehingga saya harus mengerjakan pekerjaan rumah sendiri.

Inti dari permasalahannya adalah karena pembantu tidak betah akibat sering berselisih dengan suster. Kalau dihitung, dalam setahun ini sudah tiga orang pembantu minta berhenti karena bertengkar dengan suster. Mungkin karena suster ini sudah cukup berumur, usianya 45an, sehingga dia ingin dihormati oleh yang lebih muda. Selain itu, suster ini memang cerewet. Jangankan kepada pembantu, kepada saya saja dia sering begitu. Kalau mau gampang, saya bisa saja memecat suster itu dan mencari penggantinya; tapi kenyataannya tidak semudah itu.

Menebus suster itu tidak murah; saya harus mengeluarkan uang lebih dari setengah juta untuk mendapatkan suster baru. Selain itu, jarang saya menemukan suster yang ahli menanangi bayi. Jika pembantu atau suster muda cenderung lebih suka menonton TV dan memainkan handphonenya, suster tua ini lebih telaten ketika memegang Reina. Jam makan, tidur, mandi, minum susu, makan buah, dan makan obat atau vitamin; semuanya teratur. Pempers juga diganti tiap maksimal 3 jam sekali sehingga sampai saat ini Reina belum pernah mengalami ruam. Jika malam-malam Reina rewel atau mimpi, dia tidak bermalas-malasan. Bahkan yang sering terjadi adalah saya dan suster "rebutan" untuk menggendong Reina. Sebagai orangtua yang bekerja, tentu saja saya dan suami lebih nyaman jika Reina dipegang oleh suster ini daripada pembantu atau suster lain. Selain itu, Reina juga sulit beradaptasi dengan orang baru sehingga saya harus pikir panjang jika hendak mengganti susternya

Akhirnya saya memilih untuk mencari pembantu baru. Saat ini, saya mempunyai seorang pembantu yang masih berumur 16-17 tahun, dan sifatnya "super cuek" sehingga saya berharap dia bisa tahan jika suster mulai berulah. Sisi negatifnya adalah, pembantu ini perilakunya kurang lemah lembut. Dia kerap asal bicara dan suaranya keras sekali. Saya agak khawatir Reina akan mengikuti perilakunya, sehingga berulang kali harus saya tegur.

Secara garis besar, saya yakin masalah PRT dan suster masih belum selesai. Selama Reina masih membutuhkan perhatian ekstra, nampaknya saya masih harus bersabar dengan berbagai isu suster dan pembantu rumah tangga. Ya, doakan saja supaya saya bisa!

Minggu, 13 Februari 2011

Valentine 2011

Hari ini, 14 Februari 2011, adalah Valentine ke 24 dalam hidup saya. Tapi Valentine tahun ini diisi dengan berbagai kesibukan yang sama sekali nggak ada hubungannya dengan kehidupan cinta saya. Sebaliknya, saya malah sibuk dengan pekerjaan!

Pertama, saya sibuk di kantor karena harus mengerjakan laporan stock barang sepanjang tahun 2010 lalu. Saya sudah menyicil pekerjaan ini sejak Januari, tapi ternyata sampai bulan Februari pun belum selesai. Sebenarnya perusahaan ini tidak terlalu besar, tapi mengerjakan ratusan transaksi seorang diri cukup menyita waktu.

Kedua, pembantu rumah tangga (lagi-lagi) tidak datang. Saya harus bolak-balik ke rumah untuk meyakinkan Reina tidak rewel, makan tepat waktu, dan tidak mengalami sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Sebetulnya di rumah ada baby sitter, tapi menjaga bayi berusia 11 bulan yang sedang belajar berdiri tentunya sangat merepotkan.

Ketiga, karena hari ini adalah hari kejepit nasional, suami saya tidak berangkat ke pabrik. Tahun lalu dia pulang dengan membawa bunga mawar, tapi nampaknya kali ini dia tidak punya kesempatan untuk pergi dan beli bunga untuk menghiasi meja makan. Saya malah merasa bersalah karena tidak sempat membuat sarapan yang enak, sebagaimana tahun lalu, sebab saya harus cepat-cepat ke kantor.

Kesimpulannya, Valentine tahun ini sama sekali jauh dari ideal. Tapi saya tetap berpikir bahwa Valentine bukan sekedar makan malam keluar, makan coklat, bunga mawar, atau bersantai seharian. Valentine adalah hari kasih sayang dan saya harus tetap menunjukkan kasih sayang kepada suami dan putri kami tercinta di tengah-tengah kesibukan pekerjaan. Saya memang tidak sempat pergi, atau masak sesuatu yang hebat. Tapi jika saya pulang nanti, saya pasti akan bilang pada keluarga kalau saya tetap merasa sangat bahagia karena memiliki mereka.

Sabtu, 12 Februari 2011

Tipe-Tipe Mahasiswa Berdasarkan Foto Profil Facebook-nya

1. Mahasiswa Narsis

* tipe paling banyak di facebook, biasanya cewe, fotonya close-up dan diambil dari handphone dengan sudut pengambilan gambar kurang lebih 45 derajat, mata dibelo-beloin atau sambil manyun. Foto profilnya sering ganti, pokoknya ga mungkin dalam sebulan fotonya itu2 doank.


2. Mahasiswa Formal

* pasang pas foto ukuran 4x8, memakai kemeja rapi, dan latar belakang biru atau merah polos, ekspresi wajah datar.


3. Mahasiswa Pecinta Alam

* foto diri sendiri dengan latar belakang pemandangan alam


4. Eks-Mahasiswa

* foto diri sendiri lengkap dengan toga dan surat tanda kelulusan


5. Mahasiswa Abadi

* Entah kenapa sudah lebih dari 6 tahun fotonya di kampus terus

6. Mahasiswa Kedokteran

* masang foto x-ray


7. Mahasiswa Traveler

* Foto diri sendiri dengan latar belakang berbagai simbol negara, misalnya foto di depan Monas, menara Eiffel, atau Tembok Besar Cina. Biasanya memakai kaca mata hitam atau bawa backpack.


8. Mahasiswa Hubungan Internasional (HI)

* foto dengan latar belakang bendera negara-negara, lembaga internasional, atau di depan kedutaan.


9. Mahasiswa Ga Pede

* masang foto temen, sodaranya, ibu kostnya, atau binatang peliharannya.


10. Mahasiswa Malu-Malu
* masang foto sendiri yang lagi nunduk atau ngeliat ke belakang, pokoknya wajahnya nggak jelas keliatan.


11. Mahasiswa Malu-Maluin

* masang foto lubang hidung atau pantatnya sendiri


12. Mahasiswa Psikopat

* masang foto korban pembunuhan, kemungkinan dia pelakunya. Biasanya diikuti oleh status “I want more blood”.


13. Mahasiswa Sampoerna Hijau

* masang foto rame-rame, tentu saja tidak lupa satu demi satu temennya ditag.


14. Mahasiswa Romantis

* masang foto dia dan pacarnya, biasanya sambil pelukan atau pegangan tangan.


15. Mahasiswa Puzzle

* masang foto sebelah matanya doank, atau hidungnya doank, atau jidatnya doank…


16. Mahasiwa Fotografi

* masang foto yang udah diedit, pencahayaannya diatur, kadang-kadang ditambahin frame atau dibikin hitam-putih.


17. Mahasiswa Kuliner

* masang foto makanan enak yang pernah dia makan


18. Mahasiswa Aktif

* masang foto diri sendiri yang sedang beraktivitas, misalnya lagi olahraga atau ikut kegiatan tertentu


19. Mahasiswa Sportif

* masang lambang klub sepakbola atau basket kesayangannya.


20. Mahasiswa Politis

* masang foto diri sendiri dan teman-temannya waktu demo di depan kantor pemerintahan, tidak lupa memakai ikat kepala dan membawa poster-poster.


21. Mahasiswa Penyayang Binatang

* masang foto diri sendiri dengan berbagai jenis hewan peliharaan


22. Mahasiswa Tarzan

* masang foto diri sendiri di dengan berbagai jenis satwa liar


23. Mahasiswa Malang

* masang foto diri sendiri waktu diburu bahkan makan satwa liar


24. Mahasiswa Melankolis

* foto diri sendiri yang sedang melihat ke langit dengan tatapan jauh, kosong, atau sambil senyum tipis yang penuh arti.


25. Mahasiswa Pecinta Komik

* masang foto Naruto, Luffy, atau tokoh-tokoh anime lain yang sedang ngetrend.


26. Mahasiswa Jorok

* masang foto diri sendiri di sebelah sampah atau eek


27. Mahasiswa Super-Jorok

* masang foto diri sendiri sambil ngejilatin sampah atau eek


28. Mahasiswa Up To Date

* Bulan lalu masang foto Jupe VS DP, selanjutnya Ariel Peter Pan, dan sekarang Gayus Tambunan.

Minggu, 06 Februari 2011

Saat Aku Berdoa

Saat aku berdoa, "Tuhan, aku tidak sanggup menghadapi masalah-masalah di dalam hidupku."
Tuhan menjawab, "AKU mengizinkan masalah datang padamu karena AKU sendiri yang akan menopangmu saat kau lelah."


Saat aku berdoa, "Tuhan, berikan aku harapan, karena aku tidak tahu masa depanku."
Tuhan menjawab, "AKU membiarkan waktu merahasiakan masa depanmu, karena AKU sendiri yang akan menunjukkan jalan mana yang harus kau tempuh."


Saat aku berdoa, "Tuhan, jauhkanlah segala dosa yang berusaha menjauhkanku dariMU."
Tuhan menjawab, "AKU membiarkan kau hidup di tengah dunia yang penuh dosa karena AKU sendiri yang mejadikanmu terang di antaranya."


Saat aku berdoa, “Tuhan, jauhkan aku dari segala pencobaan agar aku tidak jatuh dan menjauh daripadaMU.”
Tuhan menjawab, “AKU membiarkan pencobaan datang padamu karena AKU sendiri yang akan melindungimu dan kau semakin dekat denganKU.”


Saat aku berdoa, "Tuhan, berikan aku kesabaran untuk menghadapi orang-orang yang bersalah padaku."
Tuhan menjawab, "AKU membiarkan mereka menyakiti hatimu karena AKU sendiri yang memberimu kasih untuk memaafkan mereka."


Terima kasih Tuhan, saat aku berdoa, Engkau menjawab dengan luar biasa!

Jumat, 04 Februari 2011

Jangan Menjadi Hamba Uang

Hari ini saya melihat seorang perempuan yang ditangkap petugas keamanan sebuah supermarket swalayan karena ketahuan mengutil. Dia menangis sambil meronta, sepertinya memohon ampun, tetapi dua orang petugas yang menjaringnya tidak mau melepaskannya. Dari keterangan salah seorang kasir di swalayan tersebut, saya mendapat informasi kalau wanita itu mencuri peralatan kosmetik, makanan ringan, dan sebotol Coca Cola. Saya tidak tahu apakah motif di balik pengutilan tersebut – entah wanita itu tidak punya uang untuk membeli keperluannya, entah dia memiliki kecenderungan kleptomania, atau mungkin ada alasan lain.

Kejadian hari ini mengingatkan saya akan firman Tuhan, yakni Ibrani 13:5, yaitu : Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”.

Saya yakin Tuhan mengerti akan keperluan kita, hanya saja kadangkala kita tidak bisa membedakan antara “keperluan” dan “keinginan/kepuasan”. Kita sering kali dibelenggu oleh keinginan atau kepuasan tersebut, sehingga terdorong untuk melakukan apa saja demi memenuhinya. Ketika kita menghalalkan kejahatan demi memenuhi keinginan atau kepuasan materi, maka kita telah menjadi hamba uang dan Tuhan tidak suka hal itu.

Tuhan mengingatkan kita untuk mencukupkan diri dengan apa yang kita punya. Itu artinya, kita tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi seperti orang lain, atau seperti yang kita inginkan. Selain itu, kita harus bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan. Hal-hal sederhana seperti kesehatan, anggota tubuh yang lengkap, keluarga, atau lingkungan, adalah pemberian Tuhan yang harus kita syukuri lebih daripada harta kekayaan.

Kita harus ingat, tidak sekalipun Tuhan akan membiarkan kita atau meninggalkan kita. Bahkan ketika kita sedang ‘kepepet’ sekalipun, jangan sekali-kali menghalalkan kejahatan sebagai jalan keluar. Tuhan pasti menyediakan apa yang kita perlukan apabila kita bersungguh-sungguh kepadaNya dan menjalankan kewajiban kita sebagai anak-anakNya.

Minggu, 30 Januari 2011

Perbedaan Dasar Pria dan Wanita

Kemarin malam ketika sedang membaca buku tentang pernikahan, saya menemukan sebuah artikel yang menjelaskan tentang perbedaan dasar pria dan wanita. Menurut saya, jika kita mengerti soal perbedaan dasar ini, kita bisa lebih memahami pasangan kita, terutama kalau kita sedang berargumentasi atau tidak sependapat. Oke, here we go.


Pria:
1. Otak kiri lebih besar, menggunakan pikiran / logika

2. Kuat di mata (penglihatan)

3. Kuat di perut (makan yang banyak)

4. Merasa berharga jika dihormati

5. Merasa berarti jika bekerja

6. Menikmati hasil

7. Menghasilkan sesuatu

8. Perasaan selalu tidak cukup

9. Mengutamakan harga diri

10. Menaklukan

11. Menilai harga dari hadiah

12. Acuh tak acuh terhadap kritik

13. Suka melihat lawan jenis


Wanita:

1. Otak kanan lebih besar, menggunakan perasaan / intuisi

2. Kuat di telinga (pendengaran)

3. Kuat di mulut (icip-icip)

4. Merasa berharga jika dikasihi

5. Merasa berarti jika berkeluarga

6. Menikmati prosesnya

7. Memelihara sesuatu

8. Perasaan selalu tertekan

9. Mengutamakan relasi/hubungan

10. Ditaklukan dengan lembut

11. Menilai dari pribadi yang memberi hadiah

12. Lebih peka terhadap kritik

13. Suka melihat sesama jenis (membandingkan)

Bagaimana? Sesuai nggak??? Mungkin nggak 100% tepat, soalnya ada juga perempuan yang kecowok-cowokan, dan kebalikannya. Yah setidaknya kalau Anda adalah seorang pria yang merasa sifat dasarnya 100% cewek, mungkin saatnya ketemu dokter ^_^

Tembok Yerikho

Suatu hari, ada seorang pendeta mengunjungi salah satu sekolah minggu. Untuk menguji pengetahuan anak-anak sekolah minggu tentang cerita-cerita alkitab, dia mengajukan sebuah pertanyaan: "Anak-anak, di antara kalian, adakah yang tahu siapa yang meruntuhkan tembok Yerikho?"


Tetapi tidak seorangpun yang menjawab. Oleh karena itu, sang pendeta menunjuk salah seorang anak yang bernama Agus. "Nak, kamu tahu nggak siapa yang meruntuhkan tembok Yerikho?"


Wajah Agus langsung pucat pasi, keringat dingin mengalir dari dahinya. Dengan suara serak dia menjawab, "Bukan saya, Pak Pendeta! Sungguh!"


Tentu saja sang pendeta bingung mendengar jawaban Agus, lalu beliau pun memandang sang guru sekolah minggu. "Bu, bagaimana ini? Kok anak-anak didikan ibu tidak tahu siapa yang meruntuhkan tembok Yerikho?"


Ibu Guru pun segera menjawab, "Begini Pak. Agus memang baru datang ke sekolah minggu tiga kali, tapi dia anak yang baik dan penurut. Saya yakin bukan dia yang meruntuhkan tembok Yerikho."


Sang pendeta semakin bingung. Lalu beliau pun memanggil salah seorang majelis gereja untuk mempertanyakan hal itu. "Saya tak habis pikir, apakah di gereja ini tidak ada yang tahu siapa yang meruntuhkan tembok Yerikho?"


Lalu majelis itu menjawab, "Kalau itu keinginan Pak Pendeta, boleh saja. Kita buka rapat umum pengurus gereja untuk mencari tahu siapa yang sudah meruntuhkan tembok itu."